Stunting atau lebih dikenal sebagai perlambatan tumbuh kembang anak, merupakan isu
baru yang menjadi sorotan banyak pihak karena gangguan ini mempengaruhi fisik dan
fungsional serta dapat meningkatkan angka kesakitan pada anak yang terkena. Oleh karena
itu, stunting dapat dituntaskan apabila faktor penyebab stunting disetiap wilayah dapat
dikendalikan. (Mugianti et al., 2018). Kabupaten Sigi sebagai salah satu kabupatren
penyumbang tingkat prevelansi stunting tertinggi di provinsi Sulawesi Tengah yaitu 27,67%
berdasarkan data hasil survei gizi balita 2021. Tingkat prevelansi stunting yang cukup tinggi
ini bila dibandingkan dengan daerah – daerah lainnya di Indonesia, membutuhkan perhatian
serius dari setiap sektor khususnya dilingkup pemerintah kabupaten Sigi. Oleh karena itu,
berdasarkan inisiatif berbagai unsur pemerintahan di kabupaten Sigi, maka pengusulan
pembuatan aplikasi monitoring intervensi stunting dilakukan sebagai tindak lanjut nyata
kehadiran berbagai sektor pemerintahan kabupaten Sigi dalam hal pengentasan Stunting.